BANDUNG, 03 MARET 2026 – Sehubungan dengan maraknya upaya penipuan yang menyasar mahasiswa, khususnya penerima beasiswa KIP Kuliah, Universitas Teknologi Digital mengeluarkan peringatan keras terkait modus operandi baru oleh oknum tidak bertanggung jawab.
🌙
Waspada Jam Rawan: 22.00 - 04.00 WIB Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang beristirahat atau kesadaran belum penuh.
🔍 Modus Operandi Pelaku
Berdasarkan laporan yang diterima, para pelaku sering kali melancarkan aksinya pada jam-jam tidak wajar, yakni antara pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang beristirahat atau dalam tingkat kesadaran yang belum penuh. Adapun beberapa modus yang sering digunakan antara lain:
- Manipulasi Identitas (Impersonasi): Pelaku menggunakan nama dan foto profil Rektor atau Ketua Program Studi (Ka. Prodi) untuk menghubungi mahasiswa melalui pesan pribadi (PC) atau masuk ke grup-grup perkuliahan.
- Permintaan Dana: Meminta sejumlah uang (fee), biaya administrasi, atau imbalan sebagai syarat kelancaran pencairan dana.
- Pengumpulan Data Pribadi: Meminta kode OTP, data perbankan, atau PIN dengan dalih sinkronisasi data sistem.
Waspada Modus "Minta Pulsa" dan Saldo E-Wallet
Selain modus penipuan terkait pencairan dana beasiswa, laporan terbaru menunjukkan adanya pelaku yang menyusup ke grup-grup perkuliahan (WhatsApp/Telegram) dengan menggunakan nama dan foto profil Rektor atau Ketua Program Studi (Ka. Prodi). Modus yang dilakukan meliputi:
- Permintaan Pulsa/Paket Data: Pelaku menghubungi mahasiswa melalui pesan pribadi (DM/PC) atau di dalam grup, meminta diisikan pulsa dengan alasan darurat atau sedang dalam rapat.
- Permintaan E-Wallet: Pelaku meminta mahasiswa top-up saldo dompet digital (ShopeePay, OVO, Dana, dll) dengan janji akan segera diganti.
- Pemanfaatan Jabatan: Pelaku memanfaatkan rasa hormat mahasiswa kepada pimpinan kampus agar korban merasa segan untuk menolak atau melakukan verifikasi.
Ciri-Ciri Serangan Penipuan
- Jam Rawan: Sering kali beraksi di malam hari hingga dini hari (pukul 22.00 - 04.00 WIB) saat kesadaran korban menurun.
- Urgensi Palsu: Menciptakan suasana terburu-buru agar korban tidak sempat berpikir jernih.
- Identitas Tiruan: Menggunakan foto profil resmi pimpinan yang diambil dari media sosial atau website kampus.
Pernyataan Resmi Universitas
- Tidak Ada Pemotongan: Kampus tidak pernah memotong biaya hidup atau biaya apa pun dari dana yang diterima mahasiswa.
- Tidak Ada Biaya Tambahan: Pihak kampus tidak pernah memungut imbalan dalam bentuk apa pun terkait status kelulusan ataupun pencairan beasiswa.
- Prosedur Resmi: Segala komunikasi resmi hanya dilakukan melalui kanal komunikasi kampus pada jam kerja resmi.
Rektor, Ka. Prodi, maupun staf kampus TIDAK PERNAH meminta pulsa, uang, atau saldo e-wallet kepada mahasiswa.
Langkah Antisipasi bagi Mahasiswa
- Mengabaikan panggilan telepon atau pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal di luar jam kerja.
- Tidak Memberikan uang atau data sensitif apa pun.
- Melakukan Verifikasi langsung ke bagian kemahasiswaan jika merasa ragu.
Prinsip Interaksi Digital
- Selalu Waspada: Jangan mudah percaya hanya karena foto profil yang digunakan adalah wajah pejabat kampus.
- Jangan Terburu-buru: Penipu selalu menciptakan suasana urgensi (terburu-buru) agar Anda panik. Ambil waktu sejenak dan lakukan verifikasi.
Layanan Pengaduan
Segera laporkan bukti tangkapan layar kepada: