Finology Seminar berasal dari kata Financial dan Technology, dimana secara garis besar, seminar ini fokus pada pembahasan mengenai kolaborasi antara pengelolaan keuangan dan teknologi. Perlu kita tahu, bahwa di zaman sekarang teknologi sangat berkembang pesat, untuk memperluas pemahaman mengenai konsep ini, mahasiswa Program Studi Manajemen kelas C5 dan C6 Angkatan 2024 Universitas Teknologi Digital menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Tantangan dan Peluang dalam Pengelolaan Anggaran di Era Digital” pada 16 April 2025. Seminar ini menghadirkan dosen pengampu mata kuliah Anggaran Perusahaan yaitu Ibu Amilia Tresnawati, S.Sos.,M.M dan juga sosok inspiratif Muhammad Hanif S, mahasiswa dari Telkom University sekaligus pemilik Handai Coffee, sebuah bisnis kopi yang berkembang dengan mengandalkan inovasi dan adaptasi terhadap teknologi.
Kegiatan ini menjadi penting karena memberikan wawasan aktual dan kontekstual mengenai bagaimana dunia bisnis saat ini menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya memahami keuangan, tetapi juga mampu menyelaraskan strategi bisnis dengan perkembangan teknologi.
Acara yang berlangsung di Universitas Teknologi Digital ini dipenuhi antusiasme para peserta. Materi yang disampaikan oleh Muhammad Hanif S mudah dipahami, dan tetap berbobot. Ia menjelaskan bahwa inti dari sebuah bisnis adalah keberadaan tiga komponen utama, yaitu organisasi, produk, dan profit. Menurutnya, jika salah satu dari tiga komponen tersebut tidak ada, maka belum bisa dikatakan sebagai sebuah bisnis. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan adalah bentuk organisasi yang legal, bukan hanya aktivitas usaha semata.
Lebih lanjut, Hanif memaparkan penyebab umum mengapa banyak bisnis mengalami kegagalan. Di antaranya adalah karena produk atau jasa yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan, kurangnya perencanaan bisnis yang jelas, ketidaksatuan dalam tim, ketidaksiapan dalam menghadapi perubahan pasar, serta lemahnya manajemen keuangan. Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, ia menawarkan tahapan pengembangan bisnis yang terstruktur, dimulai dari validasi masalah, analisis pasar, penyusunan proyeksi keuangan, penentuan kebutuhan dan anggaran, analisis pengembalian modal, hingga persiapan teknis sebagai langkah terakhir sebelum eksekusi.
Melalui seminar ini, para peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana finology dapat diterapkan dalam bisnis sehari-hari. Finology Seminar bukan sekadar acara akademik, melainkan juga menjadi ruang inspirasi yang membekali mahasiswa dengan perspektif baru untuk merancang masa depan mereka di dunia bisnis yang semakin digital dan kompetitif. Dalam seminar ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam bagaimana pengelolaan anggaran bisa menjadi lebih efektif dan terarah jika didukung oleh pemahaman finology. Selain itu, di tengah cepatnya perubahan pasar dan dinamika kebutuhan konsumen, pengetahuan mengenai finology menjadi kunci bagi para calon wirausaha agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang.
