Senin, 25 Agustus 2025 - Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Teknologi Digital (UTD) menggelar Talk Series bertajuk “Bukan Cuma Viral: Bangun Ciri Lewat Cerita” di Auditorium Bandung Creative Hub (BCH) . Acara ini menghadirkan Alif Hijriah, S.Si., M.Si. atau yang lebih dikenal dengan nama Alif Towew, seorang dosen, konten kreator, sekaligus pendiri dan Komisaris Utama PT. Cerebrum Edukanesia Nusantara.
Beliau merupakan Narasumber yang Multitalenta. Alif adalah sosok yang dikenal luas di dunia digital karena kreativitasnya. Ia sering membuat konten-konten menarik dengan mengaitkan keahliannya di bidang ilmu matematika, sehingga topik yang terkesan sulit bisa dipahami dengan cara yang ringan dan visual yang memikat. Dari sinilah banyak orang mengenalnya bukan sekadar sebagai akademisi, tetapi juga sebagai konten kreator yang mampu membawakan ilmu dengan pendekatan segar.
Latar belakang akademisnya semakin memperkuat reputasinya. Alif Towew merupakan alumnus Matematika ITB - menyelesaikan S1 pada angkatan 2014 dan melanjutkan S2 dengan jalur fastrack pada angkatan 2018, sehingga hanya menempuh 1 tahun untuk menyelesaikan S2. Kombinasi antara dasar ilmu yang kuat dan kreativitas dalam penyajian membuat Alif Towew memiliki gaya unik yang jarang dimiliki narasumber lain.
Kisah di Balik Cerebrum
Dalam talk series ini, Alif Towew menceritakan kembali perjalanan mendirikan Cerebrum, platform edukasi yang lahir dari keresahan melihat bimbel luring yang mahal, akses terbatas, dan jadwal yang kaku. Ia dan rekannya kemudian menawarkan solusi berbeda: try out online yang lebih murah, fleksibel, dan fokus pada latihan soal.
Sejak berdiri pada 2018, Cerebrum telah berkembang pesat. Kini, perusahaan ini menaungi 16 platform edukasi yang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari persiapan masuk PTN, seleksi ASN, hingga BUMN, dengan lebih dari tiga juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. Alif menegaskan, pencapaian ini tidak hanya hasil inovasi teknologi, tetapi juga karena adanya cerita yang kuat di balik setiap langkah.
Branding Sebelum Viral
Tema besar talk series ini sangat jelas: viral bukan tujuan utama. Menurut Alif, yang lebih penting adalah branding - membangun ciri khas melalui cerita.
“Viral itu bisa saja datang secara tiba-tiba, tapi kalau kita tidak punya ciri, maka orang akan cepat lupa. Branding yang kuat lewat cerita akan membuat kita selalu diingat,” tegasnya.
Alif juga mengaitkan hal ini dengan konsep design thinking, mulai dari empati, mendefinisikan masalah, ideasi, membuat prototipe, hingga pengujian. Semua tahapan itu, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari kemampuan bercerita. Tanpa cerita yang otentik, sebuah produk atau karya akan sulit melekat di benak audiens.
Inspirasi bagi Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang acara. Banyak yang terinspirasi tidak hanya oleh kesuksesan Alif membangun bisnis edukasi digital, tetapi juga oleh kemampuannya menggabungkan ilmu, seni, dan cerita dalam setiap karya.
“Dari acara ini kita dapat belajar bahwa branding bukan soal logo atau desain saja, tapi tentang cerita yang kita bangun. Viral mungkin penting, tapi cerita yang otentik membuat kita lebih dipercaya,”
Penutup
Talk Series “Bukan Cuma Viral: Bangun Ciri Lewat Cerita” ini diharapkan mampu memantik kesadaran mahasiswa bahwa sosial media bukan sekadar alat untuk mencari hiburan, melainkan sarana untuk membangun identitas, nilai, dan dampak jangka panjang.
Melalui forum ini, Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Teknologi Digital berhasil mempertemukan mahasiswa dengan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa branding melalui cerita adalah fondasi utama menuju kesuksesan di era digital.