Bandung, 8 November 2025 – Program Studi Hukum Universitas Teknologi Digital sukses menyelenggarakan kegiatan MAPAN (Masa Pengenalan dan Pembinaan) Hukum Vol. III bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2025 ini mengusung tema “Membentuk Jurist Muda yang Profesional, Berintegritas, Berjiwa Pancasila, dan Solidaritas di Era Digitalisasi yang Dinamis.” MAPAN tahun ini dirancang sebagai ajang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai dasar profesi hukum agar mahasiswa siap memasuki dunia akademik dan praktik hukum yang penuh tantangan.
Sejak hari pertama, para peserta diperkenalkan pada budaya akademik Program Studi Hukum dan nilai-nilai profesionalitas yang harus dimiliki seorang jurist muda. Melalui serangkaian kegiatan seperti sesi motivasi, pembekalan akademik, dinamika kelompok, dan pengenalan organisasi kemahasiswaan, mahasiswa diarahkan untuk memahami peran mereka sebagai calon sarjana hukum yang menjunjung tinggi keadilan, etika, dan integritas. Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga mengikuti sesi kebersamaan dan outbound yang menekankan pentingnya kerja sama tim, solidaritas, serta kemampuan kepemimpinan—kompetensi yang sangat relevan bagi calon praktisi hukum di masa depan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Teknologi Digital, Ibu Darsiti, S.Kom., M.Kom., menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa hukum menghadapi dinamika era digital. Ia menyampaikan bahwa dunia hukum kini bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi seperti digitalisasi dokumen hukum, pemanfaatan big data, hingga kecerdasan buatan dalam proses penegakan hukum. “Jurist muda tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus literat digital, memiliki kapasitas adaptasi, serta menjunjung tinggi integritas di tengah perubahan yang begitu cepat. Karakter adalah fondasi utama yang harus dipersiapkan sejak awal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi S1 Hukum, Bapak Alwi Al Hadad, S.H., M.H., menekankan bahwa mahasiswa hukum harus siap menjadi agen perubahan di masyarakat. Menurutnya, tantangan hukum modern tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga kedisiplinan moral, jiwa Pancasila, dan kepekaan sosial. Beliau menjelaskan bahwa MAPAN Hukum Vol. III dirancang sebagai ruang pembinaan awal untuk menanamkan nilai tanggung jawab, ketekunan studi, kemampuan berpikir kritis, serta sikap solidaritas sebagai bagian dari karakter lulusan hukum yang ideal. “Kami berharap mahasiswa baru mampu membentuk budaya belajar yang baik dan memahami bahwa profesi hukum adalah profesi mulia yang menuntut etika, integritas, dan keberpihakan kepada keadilan,” ujarnya.
Kegiatan MAPAN Hukum Vol. III berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Para panitia dari Himpunan Mahasiswa Hukum turut berperan aktif dalam menyiapkan seluruh rangkaian acara secara profesional. Puncak acara ditandai dengan malam keakraban dan penyerahan simbolis atribut mahasiswa hukum, sebagai tanda resmi diterimanya para peserta sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Hukum Universitas Teknologi Digital. Momen ini menjadi penutup yang berkesan sekaligus awal perjalanan akademik bagi para mahasiswa baru.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Teknologi Digital berharap seluruh mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, menjalin solidaritas antarmahasiswa, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai calon sarjana hukum yang profesional, beretika, serta siap menjawab tantangan era digitalisasi yang terus berkembang.
